Listrik, Salah Satu Penunjang Kelangsungan Hidup Masyarakat Luas

Oleh : Robenson Sidabariba

Manfaat listrik dewasa ini sudah menjadi salah satu penunjang kelangsungan kehidupan sehari-hari masyarakat luas. Tidak hanya pelaku usaha industri dan jasa yang butuh listrik, tetapi kehidupan sehari-hari rumah tangga juga sudah bergantung pada listrik.

Ketergantungan listrik itu, semisal bagi kehidupan sehari-hari rumah tangga, merupakan dampak positif dari pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini. Tidak sedikit ibu-ibu rumah tangga merasa terbantu dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari, seperti mencuci pakaian dan menanak nasi misalnya, pekerjaan itu sudah “diambil alih” oleh mesin dan barang elektronik yang juga bergantung kepada ketersediaan energi listrik.

Kondisi tersebut di atas sesungguhnya hanya gambaran terkecil tentang bagaimana pentingnya listrik itu bagi kehidupan sehari-hari umat manusia dewasa ini. Bahkan lebih dari itu, tanpa ketersediaan pasokan energi listrik, perkembangan teknologi dan pesatnya pembangunan dewasa ini bisa jadi tidak berarti apa-apa bagi kehidupan umat manusia.

Itu artinya, kunci menuju sukses dan keberhasilan pembangunan suatu daerah termasuk Sumatera Utara sangat bergantung kepada ketersediaan energi listrik. Disini-lah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola listrik di tanah air dituntut harus mampu meyediakan energi listrik yang cukup untuk menunjang keberhasilan pembangunan dimaksud, termasuk umat manusia di dalamnya.

Memang, bagi kalangan masyarakat yang tingkat kemampuan ekonominya sudah mapan atau yang memiliki generator listrik (genset) bisa jadi tidak begitu khawatir dengan ketersediaan energi listrik PLN. Tetapi, bagi kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah tentu sangat mengharapkan ketersediaan pasokan energi listrik PT PLN itu selalu mencukupi.

Karena selain pengunaanya cukup sederhana dan jangkauannya cukup luas, tarifnya juga sangat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Bahkan, bisa dibilang, semua pelanggan listrik PLN cukup dimanja oleh PLN itu sendiri dengan memberikan berbagai pelayanan, seperti pembacaan meter, pelayanan pembayaran rekening, pelayanan informasi, dan pelayanan perbaikan jaringan 24 jam. Yang dituntut dari kita sebagai pelanggan hanya ketaatan pembayaran rekening listrik selambat-lambatnya tanggal 20 setiap bulan berjalan.

Mulai Membaik
Dari kondisi ketersediaan pasokan listrik PLN sejak tahun 2007 hingga awal tahun 2010 termasuk di wilayah Sumatera Utara, tidak dapat disangkal juga bahwa ketersedian pasokan listrik PLN masih jauh dari cukup. Pada masa itu, hampir setiap hari terjadi pemadaman bergilir dan tidak mengenal waktu, siang atau malam sama saja.

Dan, pada masa itu berbagai penjelasan dan klarifikasi yang disampaikan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara terkait kondisi tersebut, baik melalui media massa dan berbagai pertemuan langsung dengan masyarakat, tidak mampu menghempang hujatan dan cemohan dari masyarakat. Hujatan dan cemohan itu sesungguhnya gambaran kekecewaan masyarakat, bagaimana susahnya hidup tanpa listrik.

Berangkat dari kondisi tersebut, PLN dituntut bagaimana menyiasati agar ketersediaan listrik bagi pelangganya cukup dan benar-benar menjadi sahabat untuk kemajuan. Jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2007 hingga awal tahun 2010, ketersediaan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara selama 6 bulan terakhir di tahun 2010 ini, memang tengah menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Tidak ada terjadi pemdaman yang direncanakan.

Seperti disampaikan oleh General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara Ir Denny Pranoto di kantornya, baru-baru ini, kemampuan pembangkit listrik yang ada di Sumatera Uatara saat ini mencapai sekitar 1.400 Megawatt (MW), sedangkan beban puncak -pukul 18.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB- mencapai sekitar 1.300 MW. Artinya, sudah ada cadangan sekitar 100 MW.

Jika dilihat dari kondisi kemapuan pembangkit tersebut, pelanggan di Sumatera Utara yang jumlahnya sudah mencapai sekitar 2,467 juta (data sampai dengan Mei 2010) harusnya tidak lagi merasakan pemadaman listrik. Namun, bagaimana pun juga, kita harus mengakui bahwa listrik juga tidak kebal dari gangguan alam, seperti angin kencang, pohon tumbang, petir, dan gangguan yang ditimbul akibat ulah manusia yang menyebabkan padam secara tiba-tiba.

Gangguan yang timbul oleh ulah manusia tersebut, bisa jadi karena ada pencurian dan perusakan jaringan yang mengganggu distribusi listrik ke pelanggan. Disinilah dituntut kesadaran masyarakat khususnya pelanggan untuk bersama-sama dengan PLN mengamankan distribusi pasokan listrik.

Selain itu, bila mana ada terjadi kerusakan jaringan karena gangguan alam, pelanggan diharapkan dapat segera menginformasikan kepada petugas PLN. Begitu juga jika mengetahui ada pencurian listrik lingkungan sekitar, sesegera mungkin dilaporkan kepada petugas, baik PLN maupun pihak keamanan. Dengan demikian, distribusi energi listrik bisa berjalan sebagaimana diharapkan.

Jadi Sahabat yang Baik
Kita semua tentu sudah merasakan bagaimana pentingnya listrik itu untuk kelangsungan hidup di era perkembangan tenknoligi dewasa ini. Bisa dibilang, apa saja yang kita kerjakan dan profesi apa yang digeluti sehari-hari -khususnya yang tinggal di perkotaan- pasti berkaitan dan butuh energi listrik. Oleh karena itu, mari kita jadikan listrik itu menjadi sahabat untuk kemajuan bersama.

Menjadi sahabat yang baik dan berguna bagi orang lain tentu bukan hal yang gampang, butuh pengorbanan, saling pengertian, dan harus saling memabantu. Demikian juga halnya antara PLN dengan pelangganya, harus bisa saling membantu dan mengerti kebutuhan masing-masing.

Menjadi sahabat yang baik dan berguna di mata pelangganya, PLN dituntut untuk bekerja keras bagaimana agar supaya pelanggannya bisa menikmati listik untuk kehidupan yang lebih baik. Begitu juga pelanggan, untuk menjadi sahabat yang baik dan berguna di mata PLN bisa ditunjukkan dengan cara membayar rekening listrik tepat waktu setiap bulannya.

Selain itu, juga bisa dilakukan dengan menghemat penggunaan energi listrik. Karena melalui budaya hemat tersebut akan berdampak pada turnya beban puncak sehingga ketersediaan listrik dan daya mampu pembangkit menjadi lebih baik. Dan, juga dapat menekan besarnya tagihan rekening listrik setiap bulannya.

Namun, upaya menjadikan hemat listrik itu sebagai budaya sering terkendala di kantor khususnya di kantor-kantor pemerintahan. Pola pikir pengunaan listrik di kantor tidak efisien kerana merasa bahwa yang membayar adalah kantor, bukan pemakai langsung. Sehingga tidak sedikit terlihat di kantor-kantor lampu terus menyala walaupun dalam keadaan kosong.

Dari kondisi itu, sosialisasi terus menerus dan tauladan dari manajemen PT PLN untuk menjadikan hemat listrik itu sebagai budaya masih perlu digalakkan. Apalagi dengan dilaksanaknnya ‘Gerakan Sehari Sejuta Sambungan’ dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke 65 tahun 2010, bisa jadi akan menimbukan krisis di kemudian hari.

Di Sumatera Utara, rencananya akan menyambung sebanyak 55 ribu calon pelanggan yang tersebar di seluruh daerah pelayanan 8 unit cabang, yakni Cabang Medan 19.568 calon pelanggan, Binjai 10.406 calon pelanggan, Lubukpakam 10.756 calon pelanggan, Pematangsiatar 8.576 calonm pelanggan, Rantauparapat 2.389 calon pelanggan, Padangsidempuan 1.972 calon pelanggan, Sibolga 564 calon pelanggan, dan Nias 769 calon pelanggan.

Untuk melayani penyambungan pelanggan baru tersebut, sesungguhnya dibutuhkan ketersediaan pasokan listrik yang cukup. Pada hal, saat ini cadangan yang tersedia di Sumatera Utara sebagaimana disebutkan di atas, hanya ada sekitar 100 MW. Artinya, jika ada tambahan pelanggan sebanyak 55 ribu dengan daya masing-masing 2.200 Volt Ampere maka dibutuhkan daya sekira 96.8 MW.

Jika dalam waktu dekat memang ada penambahan pasokan listrik yang pasti, penyambungan pelanggan baru itu tentu tidak akan menimbulkan masalah dikemudian hari, tetapi kalau tidak maka krisis listrik yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya bisa jadi akan kembali terulang. Ini harus menjadi perhatian serius bagi PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba karya tulis meyambut HLN ke 65, tahun 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: