627 Pohon Ganja dan 3 Pemiliknya Ditangkap

Kabanjahe – Di bawah komando AKBP Drs Ingnatius Agung Prasetyoko, SH, MH yang belum genap sebulan menjabat sebagai Kapolres Tanah Karo, Sumatera Utara, genderang perang terhadap segala bentuk kejahatan, kususnya peredaran narkotika jenis ganja, telah ditabuh. Hasilnya, dalam waktu singkat 627 pohon ganja setinggi dua meter berikut tiga orang yang diduga pemiliknya berhasil diamankan dari dua lokasi yang berbeda.

Penggerebekan dua lokasi ladang ganja itu dilakukan pada hari berbeda. Pertama, di Desa Gunung Meriah, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo, Sumut, Rabu (2/12) berhasil mengamankan 102 pohon ganja dan membekuk 2 orang pemiliknya, masing-masing Usman Bangun (45) dan April Ginting (28) penduduk Desa Gunung Meriah. Penggerebekan kedua dilakukan, Jumat (11/12) di Desa Kutakendit, Kecamatan Mardinding, Kebupaten Karo, Sumut, berhasil mengamankan 252 pohon ganja berikut satu orang pemiliknya, yakni Subur Sinulingga (24) penduduk Desa Kutakendit.

“Strategi penggerebekan di dua lokasi itu segaja kita lakukan pada pukul 05.00 Wib agar pemiliknya bias tertakap. Karena kalau hanya menemukan barang bukti tanpa bisa membekuk tersangka, maka operasi seperti itu tidak masuk kategori berhasil,” kata Kapolres Karo, Drs Ignatius Agung Prasetyoko kepada MSI di ruang kerjanya, di Kabanjahe ibukota Kabupaten Karo, Senin (14/12). Saat ini, lanjut Agung, barang bukti 627 batang pohon ganja dan 3 tersangka telah diamankan di Mapolres Karo. “Ketiga tersangka akan dijerat pasal 111 dan pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 20 tahun kurungan penjara dan denda minimal 1 miliar,” jelasnya.

Kapolres didampingi Kasat Reskrim, Lukman Siregar dan Kanit Narkoba, Iptu Pierson Ketaren, mengatakan, keberhasilan mengungkap kasus narkotik jenis ganja itu berawal dari laporan masyarakat. Lalu laporan itu dikembangkan dengan memasang jaringan dengan berbagai pihak termasuk masyarakat sekitar. Bahkan sebelum penggerebekan, pengintayan oleh anggota polisi di sekitar lokasi dilakukan sampai berhari-hari.

Operasi penggerebekan di dua loksi ladang ganja tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres. Pada saat operasi dilakukan, sejumlah anggota dilengkapi dengan persenjataan laras panjang. Hal itu dilakukan guna antisipasi, mengingat lokasi ladang ganja berada di wilayah perbatasan Karo-Nanggroe Aceh Darussalam yang selama ini dikenal sebagai basis GAM. “Namun demikian, setiap penggerebekan yang kami lakukan tidak ada terjadi kekerasan. Saat tersangka dibekuk sama sekali tidak ada mealakukan perlawanan,” tutur Agung.

Bahkan, pada saat pengerebekan di Desa Gunung Meriah, lanjut Kapolres, pihaknya turut mengundang Dandim 0205/TK, Letkol Inf Martohap Simorangkir bersama jajarannya, untuk ikut langsung mencabut sebanyak 102 pohon ganja di ladang milik Usman Bangun dan April Ginting.

Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan polisi atas temuan tersebut, ketiga tersangka mengakui bahwa tanaman gaja tersebut segaja mereka tanam karena hempitan ekonomi. Bahkan Usman Bagun mengakui bahwa beberapa hari sebelum tertangkap, ia telah berhasil menjual hasil tanamanya sebanyak 0,5 kg dengan harga Rp 550 ribu. Namun demikian, Kapolres Karo bersama jajarannya akan terus melakukan pengembagan atas kasus itu, karena terindikasi ada orang lain sebagai pemodal yang sengaja membiayai para tersangka untuk menanam tanaman terlarang tersebut.

Usulkan Kanit Menjadi Kasat

Kapolres menambahkan, pembasmian tanaman ganja di Tanah Karo akan terus dikembangkan melalui Polsek sejajaran Polres Karo, bahkan sangat diharapkan juga partisipasi masyarakat. “Pemberantasan peredaran narkotika kususnya jenis ganja bukan hanya tugas Polri, tetapi turut serta pran aktif masyarakat luas demi pertumbuhan generasi penerus bangsa kusunya di Tanah Karo,” ujar Kapolres.

Melihat perkembangan jaman, tambahnya, rekstrukturisasi di jajaran Mapolres Karo sudah perlu dilakukan, yakni peningkatan status Kanit Narkoba menjadi Kasat Narkoba. “Hal ini sudah perlu dilakukan karena melihat situasi dan perkembangan jaman. Surat perintah (Sprint) usulan itu sudah kita sampaikan ke Mapolda Sumut, tiggal menunggu bagaimana realisasi dan persetujuan dari Mapolda Sumut,” tambahnya.

Salut

Pasca keberhasilan Kapolres Karo Drs Ingnatius Agung Prasetyoko, SH, MH bersama jajarannya dalam mengunkap dua lokasi ladang ganja di wilayah Tanah Karo, mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan, salah sarunya dari Ketua DPRD Karo, Siti Aminah Paraginangin, SE. Ia merasa bangga sekaligus salut atas ketanggapan dan kebijakan Kapolres melihat situasi dan kondsi di Kabupaten karo.

“Kita patut bangga punya pemimpin aparat penegak hokum seperti beliau (Agung Prasetyoko-red) yang tanggap dan mengetahui ancaman yang ada di Kabupaten Karo. Belum sebulan bertugas sebagai Kapolres sudah berhasil mengungkap kasus kejahatan yang jika tidak segera ditindak akan dapat merusak mental generasi muda. Kita akan dukung sepenuhnya kebijakan Polres dalam memberatas tindak kejahatan yang ada di Karo,” kata Aminah kepada MSI, Senin (14/12)

Kapolres Tanah Karo Drs Ig Agung Prasetyoko

627 Batang Pohon Ganja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: